PEMERAN DIGITAL YANG DI ABAIKAN
Di masyarakat kita, masih banyak orang yang menganggap remeh keterampilan orang lain.
Bisa edit foto dibilang, “Ah, cuma edit foto.”
Bisa Excel dan Word dibilang, “Itu mah gampang.”
Bisa edit video dibilang, “Tinggal potong-potong saja.”
Bisa mengurus komputer dan administrasi dibilang, “Kan cuma operator.”
Masalahnya, sering kali orang menilai sebuah pekerjaan hanya dari apa yang terlihat, bukan dari kemampuan yang dibutuhkan untuk mengerjakannya.
Kalau memang gampang, silakan kerjakan sendiri.
Di situlah kita akan tahu bahwa sesuatu yang terlihat sederhana belum tentu sederhana bagi orang yang tidak menguasainya.
Contoh kecilnya adalah operator sekolah. Posisi operator terkadang masih dipandang sebelah mata, seolah-olah hanya pembantu urusan administrasi. Padahal banyak pekerjaan penting yang bergantung pada ketelitian dan kemampuan operator: pengelolaan data, administrasi, aplikasi, pelaporan, dokumen, hingga berbagai kebutuhan sistem sekolah.
Guru mempunyai peran penting dalam mendidik siswa. Tetapi administrasi dan data juga mempunyai peran penting agar sekolah bisa berjalan dengan tertib.
Jadi jangan melihat seseorang hanya dari jabatan atau posisi yang tertulis di atas kertas.
Ada orang yang tidak berdiri di depan kelas, tetapi pekerjaannya membuat banyak orang di depan kelas bisa bekerja dengan lancar.
Ada orang yang tidak banyak bicara dalam rapat, tetapi ketika sistem bermasalah, dialah yang dicari.
Ada orang yang pekerjaannya terlihat kecil, tetapi ketika dia tidak ada, baru semua orang menyadari betapa pentingnya dia.
Begitulah sebuah keterampilan.
Sering kali nilainya baru terlihat ketika kita sendiri tidak mampu mengerjakannya.
Karena itu, jangan meremehkan orang yang punya kemampuan berbeda dengan kita.
Kalau seseorang bisa melakukan sesuatu yang kita tidak bisa, bukan berarti pekerjaannya remeh.
Justru mungkin, kemampuan itulah yang selama ini membantu banyak orang tanpa kita sadari.
Menghargai keahlian orang lain tidak membuat kita lebih rendah.
Sebaliknya, itu menunjukkan bahwa kita cukup dewasa untuk memahami bahwa setiap orang memiliki kemampuan dan peran masing-masing.
.png)
Komentar
Posting Komentar