Nasib Guru Ngaji
sudah lama aku ingin menuliskan keluh kesah ini namun jujur ini hanya pemikiranku yang memang berkecimpung secara langsung di masyarakat dalam berbagai hal,aku tinggal di kampung yang lumayan maju tepatnya di kompleks passar sendang agung lampung tengah, setelah menikah aku bertempat di suatu komplek yang masyarakatnya lumayan awan tentang agama ,aku berfikir saatnya aku berjuang dengan seluruh kemampuanku yang kudapat dari pesantren,namun setelah sekian tahun kurasakan ternyata aku merasas ada yang aneh dalam mengajar ngaji ,yakni peran orang tua yang jarang perhatian terhadap pendidikan agama, terutama tentang fasilitas dalam mengaji contohnya busana peci dan kitab kitab yang aku ajarkan,mereka semua selalu telat dan bahkan aku mengusahakan para anak anak mendapatkan fasilitas itu secara gratis,dengan harapan para orang tua nantinya memperhatikan fasilitas mengaji ,aku tidak memungut bayaran namun mewajibkan anak anak memberi iuran seribu untuk seminggu yang nantinya uang terse...